دَيْن
[dyn] Akar: د ي ن
: ج دُيُون (لغير المصدر) :
🇮🇩 Terjemahan:
: Jamak: duyun (untuk selain masdar) :
مصدر دانَ/ دانَ لـ1.
🇮🇩 Terjemahan:
Masdar dari dana/ dana li 1.
قَرْضٌ ذو أَجَل
🇮🇩 Terjemahan:
Pinjaman yang memiliki batas waktu (Utang).
: دَيْن على الحكومة - غرق في الدَّيْن حتَّى أذنيه : كثُرت دُيونُه - وعْدُ الحرِّ دين عليه : ينبغي أن يوفّي به.
🇮🇩 Terjemahan:
: Utang pemerintah (Utang negara) - Tenggelam dalam utang hingga (menutupi) kedua telinganya (Terlilit utang yang sangat banyak) : Utangnya menumpuk (sangat banyak) - Janji orang merdeka (orang yang bebas) adalah utang baginya : Dia harus memenuhi (menepati) janjinya tersebut.
(جر) مبلغ يضعه البنك تحت تصرّف العميل.
🇮🇩 Terjemahan:
(Perdagangan) Sejumlah uang (kredit/plafon) yang disediakan bank (berada) di bawah kendali (penggunaan) nasabah (Kredit bank/Pinjaman bank).
دانَ/ دانَ لـ1 يَدين، دِنْ، دَيْنًا، فهو دائن، والمفعول مَدين
(dan-3)
دانَ بـ1/ دانَ لـ2 يَدِين، دِنْ، دِينًا ودِيانةً، فهو دائن، والمفعول مَدينٌ به
(dan-4)
دانَ بـ2 يَدِين، دِنْ، دِينًا ودِيانةً، فهو دَيِّن، والمفعول مَدين به
(dan-5)
أدانَ يُدين، أَدِنْ، إدانةً، فهو مُدين، والمفعول مُدان
(adan)
استدانَ يستدين، اسْتَدِنْ، استدانةً، فهو مستدين
(astdan)
تداينَ يتداين، تدايُنًا، فهو مُتدايِن
(tdayn)
تديَّنَ يتديَّن، تَدَيُّنًا، فهو مُتديِّن
(tdyn)
داينَ يُداين، مُداينةً، فهو مُدايِن، والمفعول مُدايَن
(dayn-2)
إدانَة
(idanh)
استدانة
(astdanh)
دائن
(dan-6)
دِيانة
(dyanh)
دِين
(dyn-2)
دِينيَّة
(dynyh)
دَيَّان
(dyan)
Contoh / Kutipan:
" قضَى دينَه - إذا ما قضيت الدَّيْن بالدَّيْن لم يكن … قضاء ولكن كان غُرْمًا على غُرْمِ - دَيْنُ اللهِ أَحَقُّ بِالأَداءِ مِنْ دَيْن الْعَبْدِ [حديث] - {يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ} "
🇮🇩 Terjemahan: " Melunasi utangnya - Jika (suatu) utang ditutup (dibayar/dilunasi) dengan (membuat) utang (yang baru)... maka tidaklah lunas, (justru) itu ibarat menutupi kerugian dengan (menciptakan) kerugian (baru) (Gali lubang tutup lubang) - Utang (kewajiban kepada) Allah lebih berhak (utama) untuk ditunaikan (dibayar) daripada utang kepada sesama hamba/manusia [Hadits] - {Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai (utang piutang) untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.} "