دَفْع
[df-5] Akar: د ف ع
: ج دُفوع (لغير المصدر) :
🇮🇩 Terjemahan:
Bentuk jamak: دُفوع (untuk selain masdar):
مصدر دفَعَ/ دفَعَ عن
🇮🇩 Terjemahan:
Masdar (kata benda verbal) dari دفَعَ/ دفَعَ عن.
: تحصيل الثَّمن قبل تسلُّم الشّيء المشتَرى.
🇮🇩 Terjemahan:
Pengumpulan harga sebelum menerima barang yang dibeli (pembayaran di muka).
دَحْر، ردّ
🇮🇩 Terjemahan:
Penolakan, penyingkiran.
.
🇮🇩 Terjemahan:
.
(قن) أن يدّعي المدَعَى عليه أمرًا يريد به درء الحكم عليه في الدّعوى، ما يدفع به الخصمُ حجّةَ خصمه عند الحاكم الشّرعيّ.
🇮🇩 Terjemahan:
(Hukum) Pembelaan atau sanggahan; ketika tergugat mengklaim suatu hal yang dimaksudkan untuk mencegah putusan terhadapnya dalam gugatan; hal yang digunakan lawan untuk membantah argumen lawannya di hadapan hakim syariat.
Sub-Makna / Derivasi:
الدَّفع بعدم الاختصاص
: (قن) الطَّعن في اختصاص المحكمة بنظر الدّعوى.
🇮🇩 Terjemahan:
(Hukum) Pembelaan karena tidak adanya yurisdiksi; menentang kewenangan pengadilan untuk memeriksa gugatan.
الدَّفع الذَّاتيّ
: (فز) الحركة بقوّة داخليّة.
🇮🇩 Terjemahan:
(Fisika) Pendorong otomatis; gerakan dengan kekuatan internal.
دَفْع رباعيّ
: (هس) نظام في تصميم قيادة المَرْكَبات يتمٌّ فيه نقل القوَّة الميكانيكيَّة من عمود التدوير إلى العجلات الأربع.
🇮🇩 Terjemahan:
(Teknik) Penggerak empat roda; sistem dalam desain sistem penggerak kendaraan di mana tenaga mekanik disalurkan dari poros penggerak ke keempat roda.
دفَعَ/ دفَعَ عن يَدفَع، دَفْعًا، فهو دافِع، والمفعول مَدْفوع
(df-4)
اندفعَ/ اندفعَ إلى/ اندفعَ على/ اندفعَ في يندفع، انْدِفاعًا، فهو مُندفِع، والمفعول مُندفَع إليه
(andf)
تدافعَ يتدافع، تَدَافُعًا، فهو مُتَدَافِع، والمفعول مُتدافَع
(tdaf)
دافعَ/ دافعَ عن يُدافع، دِفاعًا ومُدافَعةً، فهو مُدافِع، والمفعول مُدافَع
(daf)
انْدِفاع
(andfa)
انْدِفاعَة
(andfah)
دافِع
(daf-2)
دافعيَّة
(dafyh)
دِفاع
(dfa-4)
دِفاعيَّة
(dfayh-2)
دَفْعَة
(dfh)
دُفْعَة
(dfh-2)
دَفَّاع
(dfa-5)
مِدْفَع
(mdf)
مِدْفعيَّة
(mdfyh)
Contoh / Kutipan:
" {وَلَوْلَا دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الأَرْضُ} : ووسيلة الدَّفع هي الشرائع والقوانين "
🇮🇩 Terjemahan: {Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini}: dan sarana penolakan adalah syariat dan undang-undang.